Kelangsungan Hidup Bayi dengan Berat Lahir Rendah
(BBLR) Neonatal Berdasarkan Aspek Pelayanan Kesehatan
Suraya, Izza
Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi yang rentan terhadap penyakit. Dengan
demikian, ketahanan hidupnya rendah. Beberapa studi mengatakan bahwa ketahanan hidup tersebut
berhubungan dengan penatalaksanaan bayi di pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, untuk mengukur
ketahanan hidup BBLR di Indonesia tersebut, penelitian ini dilakukan. Sumber data dalam penelitan ini
adalah Survei Demograf dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002-2003 dan 2007. Desain
penelitian yang digunakan adalah studi kohort retrospektif. Berdasakan kriteria inklusi (kelahiran
tunggal dan berat lahir 1.500 – 2.499 gram) serta eksklusi (bukan anak terakhir dan data tidak lengkap),
diperoleh sampel sebesar 1.123 bayi. Ketahanan hidup diukur dengan menggunakan analisis survival
dan cox proportional hazard. Hasil studi ini mengatakan ketahanan hidup BBLR sebesar 97,33%.
Selain itu, angka ketahanan hidup BBLR pada ibu yang memanfaatkan pelayanan kesehatan lebih
rendah dibandingkan dengan BBLR dengan ibu yang tidak memanfaatkannya. Oleh karena itu, kualitas
pelayanan kesehatan harus ditingkatkan agar mampu meningkatkan ketahanan hidup bayi BBLR.
Silahkan Unduh Disini!
MERAYAKAN KERAGAMAN, MENGHAYATI PERBEDAAN
Rifma Ghulam Dzaljad, Rifma
Apakah pemikiran agama dapat diperbarui? Bukankah agama adalah realitas yang tidak dapat diubah sepanjang zaman? Fenomena semacam itu seringkali menjadi perdebahm yang tak kunjung selesai dilingkungan agama-agama, termasul dalam Islam sendiri. Secara esensi benar, tetapi pemikiran Islam adalah aktivitas kaum muslim dalam memahami dan mem pelajari agama serta merupakan proses manusiawi yang dap,U mengalami perubahan sebagaimana proses lainnya, seperti ketuaan, kerusakan, kelahiran dan pembaruan (Turabi,2003 30). Sistem budaya, agama merupakan sistem simbolik yang menawarkan suatu cara untuk memahami realitas. Sehingga, jika konsepsi (tentang perubahan) ini tidak dapat diubah meskipun realitasnya terus berubah, sebagaimana Islam. Maka, apakah Islam menghalangi perubahan?
Silahkan Unduh Disini!
Edukasi Kebersihan Tangan Pada Anak Usia Sekolah Dasar di Komunitas Anak Asuh Remaja Islam Baitul Mughni (A2R) Jakarta Selatan
Suraya, Izza
Beragam penyakit seperti diare, kecacingan, dan tipes dapat timbul akibat tangan yang kurang bersih. Salah satu faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut adalah kondisi sosial dan ekonomi rendah yang dimiliki oleh anak asuh Remaja Islam Masjid Baitul Mughni (A2R). Berdasarkan observasi yang dilakukan, anak siswa SD di dalam komunitas A2R tinggal di bantaran kali dengan rumah yang cukup sempit. Selain itu, mereka juga memiliki pengetahuan yang rendah tentang kebersihan khusunya tentang kebersihan tangan. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan edukasi tentang kebersihan tangan. Bentuk edukasi tersebut berupa penyuluhan dan praktek mencuci tangan dan memotong kuku yang baik dan benar. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, anak asuh diharapkan dapat termotivasi untuk mencuci tangan sebelum makan dan memotong kuku dengan rutin. Dengan demikian, kebersihan tangan mereka terjaga sehingga angka kesakitan penyakit yang terkait makanan dapat dihindari.
Silahkan Unduh Disini!
Indonesian EFL Teachers’ Conceptions of Critical
Thinking
Puadi Ilyas, Hamzah
This study aims to investigate the Indonesian EFL (English as a Foreign Language)
teachers‟ conceptions of critical thinking. 59 teachers coming from three different
provinces (Jakarta, Banten, West Java) in Indonesia participated in this study by answering
open-ended questionnaire. The questionnaire asked two questions. The first question asked
whether the participant recognised the term „critical thinking.‟ The second question asked
how the participant conceptualised critical thinking. The study found that only one teacher
who never heard the term critical thinking. With regard to the conceptions of critical, there
were some emerging themes such as analysis, evaluation, criticism, creativity, problem
solving, reflection, curiosity, and even Bloom‟s taxonomy. Findings of this study are
similar to the critical thinking conceptions proposed by Western academics.
Silahkan Unduh Disini!
DOI: 10.22236/JER_Vol3Issue1
SECTOR-SPECIFIC AND SPATIAL-SPECIFIC MULTIPLIERS IN JAPANESE ECONOMY: WORLD INPUT-OUTPUT ANALYSIS
Muchdie, Muchdie
This article presents and discusses on sectoral and spatial multipliers in Japanese economy using 6-country-30
sector input-output tables for the year 2000, 2005, 2010 and 2014. The results revealed that Firstly, all sectors with
total output multipliers more than 2; flow-on effect was more than initial effect. In order to increase output, priority
should be given to those sectors with total output multipliers more than 2 as less initial effort will be needed to
produce output. Secondly, total output multipliers had negative correlation with percentage of multipliers that
occurred in own-sector, but total output multipliers had positive correlation with percentage of multipliers that
occurred in other-sector. The higher total output multipliers, the smaller percentage of multipliers occurred in ownsector.
All intial effects occurred in own-sector. Direct effects might be occurred in own-sector, but indirect effect
might be not. Thirdly, total output multipliers had negative correlation with percentage of multipliers that occurred
in own-country, but total output multiplier had positive correlation with percentage of multipliers that occurred in
other-countries. The higher total output multipliers, the smaller percentage of multipliers occurred in own-country.
All intial effects occurred in own-country. Direct effects might be occurred in own-country, but indirect effect might
be not.
Silahkan Unduh Disini!
Effect of Apium graveolens Extract Administration on the Pharmacokinetics of Captopril in the Plasma of Rats
Siska, Siska
Apium graveolens (celery) is an edible and traditionally medicinal plant that is used
worldwide, among others for the treatment of hypertension. Combining celery with antihypertensive
drugs can affect the pharmacodynamics and pharmacokinetics of the latter drugs. The aim of the
study is to assess the effects of administrating the celery extract on captopril pharmacokinetics.
Sprague-Dawley strain rats were divided into two groups (n = 6). Group I was given captopril
(10 mg/kg Body Weight (BW)) orally, while Group II was pretreated with celery extract orally
(40 mg/kg BW) an hour before administration of captopril. The blood samples were withdrawn
at various intervals after drug administration. The captopril concentration was determined using
liquid chromatography–mass spectrometry (LC-MS/MS) and from the blood data, the values of Ke,
Cmax, Tmax, T1/2, and area under the curve (AUC) were calculated. The results showed that oral
administration of the celery extract increased Cmax (38.67%), T1/2 (37.84%), and AUC (58.10%) and
decreased Ke (27.45%) of captopril in Group II (celery + captopril) compared with Group I (captopril).
In conclusion, celery extract can alter the pharmacokinetic of captopril when given in combination.
The combination might be beneficial for the treatment of hypertension, as celery causes an increase in
the plasma level of captopril, which can enhance its efficacy
Silahkan Unduh Disini!
Parameter Fisikokimia dan Analisis Kadar Allyl Disulfide
dalam Ekstrak Etanol 70% Bawang Putih (Allium sativum L.)
dengan Perbandingan Daerah Tempat Tumbuh Parameter
Siska, Siska
Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan
menjadi obat tradisional. Produk obat tradisional dan tanaman obat yang berkualitas ditentukan salah satunya
oleh mutu dan keamanan ekstrak. Faktor yang dapat mempengaruhi mutu salah satunya adalah daerah tempat
tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan beberapa nilai parameter fisikokimia serta kadar
senyawa yang bertanggung jawab atas aktivitas farmakologis dalam ekstrak etanol 70% bawang putih yang
didapat dari dua tempat tumbuh yaitu Bogor dan Wonosobo. Ekstrak bawang putih yang berasal dari Bogor
menunjukkan hasil kadar sari larut air 62,5684%, kadar sari larut etanol 10,0779%, minyak atsiri 0,7477%,
kadar allyl disulfide 1,8322%, kadar abu 2,3529%, dan kadar abu tidak larut asam 0,1115%. Ekstrak bawang
putih yang berasal dari Wonosobo menunjukkan hasil kadar sari larut air 59,0007%, kadar sari larut etanol
8,9230%, minyak atsiri 0,3400%, kadar allyl disulfide 1,6542%, kadar abu 3,0196%, dan kadar abu tidak
larut asam 0,4974%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan ekstrak yang mempunyai mutu
paling baik adalah bawang putih yang berasal dari Bogor dengan nilai parameter spesifik yang lebih tinggi
dan nilai parameter non spesifik yang lebih rendah.
Silahkan Unduh Disini!
Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Jahe Gajah (Zingiber officinale Rosc.) dan Zink Berdasarkan Pengukuran MDA, SOD dan Katalase pada Mencit Hiperkolesterolemia dan Hiperglikemia dengan Penginduksi Streptozotosin
Siska, Siska
Hiperkolesterolemia dan hiperglikemia mampu memicu terjadinya radikal bebas yang berlebih. Untuk mencegah terjadinya radikal bebas, diperlukan pemberian antioksidan. Kombinasi ekstrak jahe gajah (Zingiber officinalle Rosc.) yang merupakan tanaman yang memiliki kandungan antioksidan dengan zink diharapkan mampu meningkatkan kemampuan antioksidan untuk melawan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan pada organ tubuh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas kombinasi ekstrak jahe gajah dan zink berdasarkan pengukuran kadar malonyldialdehide (MDA), aktivitas superoksida dismutase (SOD) dan katalase pada mencit hiperkolesterolemia dan hiperglikemia dengan penginduksi streptozotosin. Mencit jantan DDY sebanyak 48 ekor dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing 6 ekor. Kelompok I (normal), kelompok II (negatif), kelompok III (atorvastatin), kelompok IV (ekstrak jahe 37,5mg/kgbb), keblompok V (zink 20mg/kgbb), kelompok VI (ekstrak jahe 37,5mg/kgbb dan zink 20mg/kgbb), kelompok VII (ekstrak jahe 75mg/kgbb dan zink 20mg/kgbb) dan kelompok VIII (ekstrak jahe 150mg/kgbb dan zink 20mg/kgbb). Pengukuran MDA, SOD dan katalase pada hati dan darah mencit menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data yang diperoleh diuji dengan anova satu arah, lalu dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pada kelompok VII mampu menurunkan kadar MDA, meningkatkan kadar SOD dan katalase pada mencit jauh lebih baik dibandingkan yang lainnya. Aktivitas antioksidan kelompok VII ini sebanding dengan kontrol positif.
Silahkan Unduh Disini!
Antihypertensive and Diuretic Effects of The Ethanol Extract of Colocasia esculenta (L.) Schott. Leaves
Siska, Siska
Colocasia esculenta (L.) Schott (CE) is traditionally used for the treatment of various ailments such as high blood pressure, diarrhea, rheumatic pain, pulmonary congestion, etc. Hence in present study, the effect of ethanol extract of CE leaves (EECE) was evaluated for antihypertensive and diuretic activity in rats. Male Sprague dawley rats were randomly divided into five groups (n=5), and treated as follow: positive control group (hydrochlortiazide 0.2569 mg/ 200 g bw), negative control (NaCl 8%) and EECE (20, 40 and 80 mg/ 200 g bw) was given 14 days. The parameters systole blood pressure (SBP) and diastole blood pressure (DBP) was estimate by Kent Scientific’s CODA Non-invasive Blood Pressure on the days 0, 15 and 29. Diuretic activity of EECE was studied based on the volume of urine for 6 hours and measuring the levels of sodium in urine 24 hours. The result of the study showed that EECE 40 mg/ 200 g bw/ day significant (p<0.05) decreased in SBP 16.07% and in DBP 13.67%. EECE 40 mg/ 200 g bw/day showed positive diuretic activity and significantly (p < 0.05) increased sodium levels in urine. Preliminary phytochemical evaluation revealed the presence of saponins, tannin, triterpenoid and flavonoids in EECE.
Silahkan Unduh Disini!