TRANSFORMASI INTELEKTUAL PROFETIK DALAM MENGGAGAS KEBUDAYAAN ILMU; UPAYA OBJEKTIFIKASI NILAI-NILAI IKATAN

 

TRANSFORMASI INTELEKTUAL PROFETIK DALAM MENGGAGAS KEBUDAYAAN ILMU; UPAYA OBJEKTIFIKASI NILAI-NILAI IKATAN

Muhammad Abdul Halim Sani, Sani

Perubahan sosial dalam masyarakat merupakan suatu keniscayaan, sedangkan ilmu yang konsen dalam mengkaji. perubahan sosial adalah sosiologi dinama dalam sosiologi objek kajiannya masyarakat itu sendiri. Pengkajian yang konsen tersebut melahirkan berbagai macam disiplin ilmu mempelari perubahan sosial ini. Secara sederhana perubahan sosial proses terjadinya secara alami ataupun direncanakan. Perubahan sosial secara alam yakni bentuk perubahan yang terjadi dalam masyarakat itu sendiri tanpa adanya faktor lain, perubahan sosial ini terjadi secara terus menerus dan bersifat pelan, misalkan perkembangan masyarakat, Sedangkan perubahan sosial yang direncanakan tertuang dalam konsep pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah atau masyarakat itu sendiri. Perubahan direncanakan tersebut bersifat pasti dan cepat dikarenakan adanya rekayasa untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Silahkan Unduh Disini!

STUDI KASUS DAMPAK PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIS GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI 04 SUSUKAN

 

STUDI KASUS DAMPAK PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIS GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI 04 SUSUKAN

Lelly Qodariah, Lelly

A Learning quality is based on teacher’s quality. The teacher as a director of teaching should have a good pedagogical competencewhich the Indicators are able to implementation learning strategy and using media education. The purpose of this paper is to findout how the training can increase pedagogical competence of teacher’s elementary school in social studies. The method of thispaper is case study in SD Negeri Susukan 04 Pagi. The result showed that training can increase pedagogic competence of teacherof elementary school.

Silahkan Unduh Disini!

MUHAMMADIYAH DAN EKONOMI

 

MUHAMMADIYAH DAN EKONOMI

Rifma Ghulam Dzaljad, Rifma

Istilah “ekonomi” berasal dari kata Yunani okog (oikos) yang prrarti “keluarga, rumah tangga” dan vopog (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,”. Karena itu secara sederhana ekonomi diartikan sebagai aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Karena itu secara umum, ekonomi dipahami sebagai salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, serta konsumsi barang dan jasa.

Silahkan Unduh Disini!

MUHAMMADIYAH DAN KEBUDAYAAN

 

MUHAMMADIYAH DAN KEBUDAYAAN

Rifma Ghulam Dzaljad, Rifma

Ernst Cassirer dalam bukunya ‘An Essay of Man” memahami bahwa kebudayaan adalah seni, agama, filsafat, sejarah, mitos, dan bahasa. Kebudayaan menurut Cassirer merupakan ide dan simbol yaitu ide atau pikiran manusia yang berusaha memahami alam dan kehidupannya, kemudian mengartikulasikannya ke dalam simbol simbol tertentu dalam seluruh aspek kehidupan, baik terkait dengan keyakinan, pemikiran, kesenian, adat tradisi, bahasa, maupun hal h lain. Keyakinan tentang Tuhan, alam, penciptaan, hubungan antar manusia maupun apa yang terbentuk dalam kehidupan manusia disimbolisasikan dengan sangat baik. Ada kondisi kenyataan hidup sehari-hari dengan beragam aturannya, demikian juga banyak h tabu, mistis, dan sakral yang diselubungkan dalam simbol yang tak terjangkau (metafisika) dari kesan panca inderawi. Simbol -simbol tersebut hidup dalam imajinasi manusia sekaligus mengendalikan diri manusia untuk mempercayai dan menghayatinya dalam setiap aspekkehidupan manusia. Itulah kenapa manusia disebut juga sebagai symbolicum atau manusia simbolik, sebab manusia merupakan makhluk yang paling mahir dalam menggunakan simbol-simbol. Hanya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan sistem komunikasi dan mengekspresikan pemikiran, perasaan, dan tindakannya dengan menggunakan simbol-simbol atau lambang, seperti ritus kepercayaan bahasa, mitos, tradisi, dan kesenian.

Silahkan Unduh Disini!

MUHAMMADIYAH DAN PEMBERDAYAAN KAUM MUSTADH’AFIN

 

MUHAMMADIYAH DAN PEMBERDAYAAN KAUM MUSTADH’AFIN

Rifma Ghulam Dzaljad, Rifma

Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang terjadi hampir di seluruh pelosok bumi. Kemiskinan adalah kelaparan. Kemiskinan berarti ketiadaan rumah, jika sakit tidak dapat berobat ke dokter, tidak dapat bersekolah dan tidak tahu baca-tulis, tidak punya pekerjaan, tidak bisa makan, hidup mengelandang, dan gambaran kesulitan hidup lain. Kemiskinan memiliki banyak wajah, berubah dari waktu ke waktu dan dapat dipaparkan dengan berbagai cara, tetapi yang pasti secara sederhana kemiskinan dapat dikatakan: “poverty is a situation people want to escape”.

Silahkan Unduh Disini!

KEPRIBADIAN MANUSIA

 

KEPRIBADIAN MANUSIA

El Hafiz, Subhan

Psikologi merupakan ilmu yang memiliki pijakan keilmiahan yang berbeda dengan ilmu lain, terutama jika dibandingkan dengan ilmu eksak. Secara normatif, objek material psikologi adalah jiwa namun eksistensi jiwa hingga kini masih dipertanyakan dan belum ada kata sepakat untuk menentukan “jiwa yang sesungguhnya”. Keabstrakan jiwa ini menyebabkan ilmu ini berdiri di atas asumsi-asumsi jiwa yang disepakati oleh beberapa kalangan ilmuan yang terus berubah dan berkembang sepanjang sejarah ilmu pengetahuan manusia. Sebagian ilmuan setuju bahwa dibalik tubuh manusia terdapat pengendali tubuh yang disebut dengan jiwa dan inilah yang dianggap esensi manusia sesungguhnya dan membedakan manusia dengan makhluk lainnya

Silahkan Unduh Disini!

SECTOR-SPECIFIC AND SPATIAL-SPECIFIC MULTIPLIERS IN THE USA ECONOMY: WORLD INPUT-OUTPUT ANALYSIS

 

SECTOR-SPECIFIC AND SPATIAL-SPECIFIC MULTIPLIERS IN THE USA ECONOMY: WORLD INPUT-OUTPUT ANALYSIS

Muchdie, Muchdie

This article calculates, presents and discusses on sectoral and spatial multipliers in the USA economy using 6-country-30 sector input-output tables for the year 2000, 2005, 2010 and 2014. The results revealed that firstly, all sectors with total output multipliers more than 2; flow-on effect was more than initial effect. In the USA economy, there were 19 sectors in the year of 2000, 18 sectors in 2005, 2010 and 2014, with total output multipliers more than 2. Secondly, total output multipliers had negative correlation with percentage of multipliers that occurred in own-sector. The higher total output multipliers, the smaller percentage of multipliers occurred in own-sector. All initial effects occurred in own-sector. Parts of direct effects occurred in own-sector and parts occurred in other-sectors. All indirect effect occurred in other-sector. Thirdly, total output multipliers had negative correlation with percentage of multipliers that occurred in own-country. The higher total output multipliers, the smaller percentage of multipliers occurred in own-country. All initial and direct effects occurred in own-country. Parts of indirect effects occurred in other-countries.

Silahkan Unduh Disini!

Response: Factors Related to the Success of the Treatment Program of Multidrug-Resistant Tuberculosis in Polyclinic of MDR-TB of the General Hospital of Undata Palu, Indonesia

 

Response: Factors Related to the Success of the Treatment Program of
Multidrug-Resistant Tuberculosis in Polyclinic of MDR-TB of the General
Hospital of Undata Palu, Indonesia

Asyary, Al

Silahkan Unduh Disini!

JAWABAN AGAMA ISLAM ATAS PERSOALAN KEMANUSIAAN

 

JAWABAN AGAMA ISLAM ATAS PERSOALAN KEMANUSIAAN

Rifma Ghulam Dzaljad, Rifma

Islam adalah agama terakhir dan karena itu ia merupakan yang paling lengkap. Dengan datangnya agama ini, maka agama-agama sebelumnya dihapuskan. Sebab dengan datangnya suatu aturan yang lengkap, maka tidaklah diperlukan lagi aturan yang tidak lengkap. Islam merupakan pintu gerbang keselamatan dan kebahagian abadi untuk umat manusia di dunia agar masyarakat manusia meninggalkan masa-masa ketidakmatangan dan kekurangmampuan pemikiran mereka, mempersiapkan diri untuk mencapai kemanusiaan mereka yang penuh, dan menumbuhkan kesadaran untuk menerima ajaran-ajaran spiritual yang luhur, serta melaksanakannya dalam praktik. Islam menganugerahi umat manusia kenyataan spiritual yang sesuai dengan pemahaman manusia, nilai etika tertinggi yang memanusiakan manusia, dan perintah-perintah yang mencakup seluruh wilayah kehidupan Individual dan sosial manusia.

Islam merupakan agama yang universal dan abadi. Allah SWT menyebut Islam sebagai agama fithrah, agama yang cocok dengan watak bawaan manusia, dan menyeru kepada umat manusia untuk menjaga agar fithrah manusia tetap hidup

Silahkan Unduh Disini!

Determinan Kematian Neonatal Pada Bayi Berat Lahir Rendah di Indonesia (Analisis Data SDKI 20022003 dan 2007)

 

Determinan Kematian Neonatal
Pada Bayi Berat Lahir Rendah di Indonesia
(Analisis Data SDKI 20022003 dan 2007)

Suraya, Izza

Introduction. There were 72.4% infants with less than 2.500 grams Low Birth Weight (LBW) babies died
in their neonatal period in Indonesia. An understanding of all factors that influenced the neonatal death
is important. Therefore, this study was conducted to identify factors of LBW neonatal death between 1997
and 2007.
Methods. Based on 2002-2003 and 2007 Indonesia Demographic Health Survey, 1,232 LBW babies are
selected. The design of study was cohort prospectif with cox proportional hazard analysis to measure the
relationship between neonatal death and its determinants maternal, infant, health care, and mother’s
social demographic.
Resuls. After controlling all the variables, the result showed that neonatal death in LBW babies
deteriminants are immediate breastfeeding, birth weight, sex, the term of birth, complications during
pregnancy, delivery complications, birth attendance, type of delivery, place of delivery, wealth index, and
mother’s education. Variable that showed strongest risk association is complications during pregnancy
with HR = 4.12 (95 % CI : 0.64- 26,65; p value = 0.307). Meanwhile, the strongest of protective
association is middle class on wealth index variable.
Conclusions. The study concluded that birth weight influences the incidence of neonatal death.
Determinant that have the greatest effect on neonatal death is complications during pregnacy. Infants
who born from middle-class economic categories are the most protective factor to avoid neonatal deaths
among other wealth indexes.

Silahkan Unduh Disini!