Hubungan Paparan Kebisingan terhadap Peningkatan Tekanan Darah pada Pekerja

Hubungan Paparan Kebisingan terhadap Peningkatan Tekanan Darah pada Pekerja

Indriyati, Leli Hesti

36Hubungan Paparan Kebisinganterhadap Peningkatan Tekanan Darah pada Pekerja Leli Hesti Indriyanti1, Puspita Kurnia Wangi2, Kristina Simanjuntak31Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UniversitasMuhammadiyah Prof. Dr. Hamka JakartaJl. Delima II/IV, Klender, RT.9/RW.3, Malaka Sari, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 134602,3Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan NasionalVeteran JakartaJl. RS Fatmawati, Pd. Labu, Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12450lelihesti_indriyati@uhamka.ac.idABSTRAKPrevalensi hipertensi di Jakarta pada usia lebih dari 18 tahun mencapai 46.25% pada wanita dan 41.97% pada pria, sedangkan 63.2% kasus hipertensi di masyarakat tidak terdiagnosis. Berbagai faktor risiko hipertensi ditemukan di banyak tempat termasuk di lingkungan kerja. Kebisingan adalahsalah satu bahaya fisik yang dapat mempengaruhi tekanan darah dan merupakan faktor risiko untuk hipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan antara kebisingan dan beberapa faktor di tempat kerja dengan prevalensi hipertensi. Studi cross-sectionaldilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat paparan kebisingan, masa kerja, penggunaan APD, dan karakteristik individu dan hipertensi. Sampel 104 pekerja diambil dari para pekerja di PT X. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan fisik dan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa intensitas kebisingan (p = 0.001), BMI (p = 0.001) dan kebiasaan merokok (p=0.006) adalah determinan independen untuk peningkatan tekanan darah. Responden yang terpapar bising lebih dari≥85 dB memiliki 19.8 risiko hipertensi lebih besar dibandingkan dengan mereka yang terpapar kebisingan <85dB. Ada pola respon-paparan yang signifikan (P=0.001) antara risiko hipertensi dan intensitas paparan kebisingan. Studi ini menunjukkan bahwa paparan kebisingan di tempat kerja dapat meningkatkan risiko terhadapterjadinya peningkatan tekanan darah. Silahkan Unduh Disini !

 

COMPARISON OF MANNITOL, LACTOSE, AND SUCROSE AS FILLER ORALLY DISINTEGRATING TABLETS DIMENHYDRINAT

COMPARISON OF MANNITOL, LACTOSE, AND SUCROSE AS FILLER ORALLY DISINTEGRATING TABLETS DIMENHYDRINAT

Fahjar Prisiska, Fahjar

Dimenhidrinat is one of active substance which can cure the pale. However, not all people can consume the tablet of dimenhidrinat easily. The difficulty to swallow tablet is a problem that happens. Therefore, the presence of ODT was absolutely needed because ODT can conceal the taste of dimenhidrinat (active substance) and help patients who have difficulty to swallow the tablet. The purpose of this research was to find out the usage of comparison for filler substance (manitol, lactose, and sucrose) toward the influence of characteristic’s ODT dimenhidrinat. This tablet was formulated by doing comparison manitol, lactose, sucrose
1:0:0, 0:1:0, 0:0:1, 1:1:0, 0:1:1, 1:0:1, 1:1:1. The tablet is made by direct molding method. From physical test of ODT like hardness test (2,2-4,7kg), friability (0,24-0,81%), weight uniformity (0,1825-0,2202 gram), modified shattered time (31,47-143,33 second), and ingredient uniformity test (95,35-108,18%). Based on Independent test with confidence level
95% (α= 0,05), the quickest shattered time is in formula 7 by comparison of filler substance manitol, lactose, and sucrose (1:1:1)

Keyword :Orally Disintegrating Tablet, Filler Substance, Dimenhidrinat

Silahkan Unduh Disini !