Kajian Grand Design Pembangunan Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2016 [Review of Grand Design of Sukabumi District Health Development in Fiscal Year 2016]
Asyary, Al
Kajian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah, mutu dan penyebaran tenaga kesehatan terutama di Puskesmas dan jaringannya, kebijakan perencanaan, pengadaan, penempatan dan pelatihan tenaga kesehatan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kab Sukabumi.
Dalam hal perencanaan, kajian merekomendasikan sosialisasi yang lebih intensif tentang metode perencanaan. Dalam hal pengadaan, kebijakan nasional pengadaan dokter di Puskesmas yang masih banyak yang kosong perlu mendapat prioritas. Untuk meningkatkan tenaga kesehatan di kecamatan terpencil, perlu diperhatikan masalah insentif, fasilitas serta kemudahan karir. Peran serta Pemda dalam ketenagaan kesehatan di Puskesmas lebih ditingkatkan lagi terutama pemberian insentif yang lebih baik, sehingga tenaga kesehatan di Puskesmas dapat bekerja lebih baik dan merasa betah bekerja di daerah.
Berdasarkan hasil analisis bivariat, secara inferensial diperoleh beberapa program/kegiatan secara signifikan berbeda antara jumlah yang saat ini ada (existing condition) dengan kebutuhan yang ideal (needed environment) SDM kesehatan puskesmas se-Kabupaten Sukabumi (nilai p < 0,05). Hal ini apabila jumlah yang dibutuhkan terpenuhi artinya dapat meningkatkan kecenderungan kapasitasi maupun kinerja puskesmas se Kabupaten Sukabumi. Pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi sangat memerlukan keberadaan peraturan daerah sebagai dasar rujukan mengelola sumber daya manusia kesehatannya sendiri dengan lebih baik. Perda ini akan berkontribusi meningkatkan akses kesehatan, kualitas, efisiensi dan efektifitas.
Silahkan Unduh Disini!
Laporan Validasi Survey Indikator Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) Tahun 2016
Rachmawati, Emma
Pada tahun 2016 ini Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah melakukan penelitian SIRKESNAS (Survei Indikator Kesehatan Nasional). Survei Indikator Kesehatan Nasional merupakan survei antar RISKESDAS yang dilaksanakan secara berkala setiap tahun untuk memantau pencapaian target indikator kinerja Kementerian Kesehatan dalam Renstra Kementerian Kesehatan 2015 – 2019 secara Nasional dan tentang pencapaian indikator pembangunan kesehatan dalam RPJMN 2015 – 2019 secara Nasional. Pada SIRKESNAS dilaksanakan pada 400 Kecamatan dengan masing-masing 3 Blok Sensus, sehingga terdapat 1200 BS. Dengan pertimbangan setiap BS terdapat 25 Rumah Tangga, maka terdapat 30.000 rumah tangga yang terpilih menjadi sampel SIRKESNAS. Adapun SIRKESNAS 2016 ini dilakukan di lokasi terpilih (meliputi Dinas Kesehatan kabupaten/ kota, puskesmas, dan individu/ rumah tangga) yang merepresentasikan capaian secara Nasional.
Untuk menjamin validitas hasil SIRKESNAS tersebut, maka diperlukan pelaksanaan studi validitas oleh suatu tim independen yang akan melakukan pemantauan kualitas penelitian secara benar dan obyektif, sehingga pelaksanaan penelitian dapat berjalan sesuai prosedur dan memperoleh data yang valid, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil validasi dapat menjadi acuan untuk pelaksanaan SIRKESNAS selanjutnya. Pelaksanaan validasi SIRKESNAS pada tahun 2016 ini Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), yang dalam pelaksanaannya melibatkan anggota-angota IAKMI baik yang berada di Pusat maupun di Daerah yang menjadi lokasi validasi. Proses validasi dilakukan pada seluruh tahapan kegiatan baik input, proses, dan output. Tahapan proses validasi pada seluruh kegiatan riset SIRKESNAS yaitu validasi input-proses dan output pada Training of Trainer (TOT), Rakornis, Training Center pada enumerator, pelaksanaan pengumpulan data (Puldat).
Berdasarkan hasil validasi pada seluruh tahapan kegiatan SIRKESNAS tahun 2016 di lokasi-lokasi yang terpilih tersebut, Laporan Validasi SIRKESNAS Tahun 2016 alhamdulillah telah kami susun sebagai laporan resmi dari Tim Validasi untuk menginformasikan hasil keseluruhan validasi SIRKESNAS sebagai upaya jaga mutu (quality assurance). Hasil validasi ini dapat mengindikasikan bahwa mutu proses dan data penelitian SIRKESNAS Tahun 2016 dapat dipertanggung jawabkan untuk kepentingan pengambil kebijakan kesehatan, peneliti dan para akademisi.
Silahkan Unduh Disini!
Peran Pelayanan Kesehatan Primer Terhadap Konversi Tuberkulosis Paru, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Asyary, Al
Latar belakang. Tuberkulosis paru aktif masih menjadi masalah kesehatan global dan Indonesia serta menjadi sasaran utama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk dikendalikan atau minimal dikonversi menjadi pasif agar tidak menular di populasi.
Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengawas Menelan Obat (PMO) dan dukungan petugas kesehatan dengan konversi tuberkulosis (TB) paru di Kota Kendari.
Metode. Rancangan observasional “cross sectional” digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan konversi TB paru terhadap peran pelayanan kesehatan primer di Kota Kendari. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 51 orang yang tersebar pada 3 Puskesmas di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Kendari. Analisis chi-square, dengan kriteria penolakan hipotesis, H0 ditolak jika X2 hitung > X2 tabel pada taraf kepercayaan 95%.
Hasil. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ada hubungan antara PMO (0,004<0,05) dan dukungan petugas kesehatan (0,033<0,05) terhadap konversi TB paru di Kota Kendari tahun 2009.
Kesimpulan. Hubungan PMO dan dukungan petugas kesehatan terhadap konversi TB paru dapat menghindari terjadinya kegagalan konversi, perlu adanya peran pemerintah bersama masyarakat dalam pengawasan pelaksanaan program pemberantasan TB di Kota Kendari, yaitu strategi DOTS, terutama dari PMO. Selain itu, penyuluhan kepada masyarakat khususnya penderita dan keluarga tentang bahaya penularan TB pada orang lain juga perlu dilakukan.
Silahkan Unduh Disini!
Gambaran Faktor-Faktor Kejadian Infeksi Tuberkulosis Laten Di Rumah Tahanan Kelas I Bandung (Description of Latent Tuberculosis Infection Factors in Prison Class I Bandung)
Waworuntu, Fatimah
Latar belakang. Secara global, angka prevalensi tuberkulosis paru (TB) di rutan/lapas diketahui lebih tinggi dibandingkan dengan di populasi umum. Dengan kondisi yang padat dan fasilitas yang kurang memadai, rutan/lapas diduga merupakan tempat terjadinya penularan TB antar wargabinaan (WBP). Namun pengukuran tingkat prevalensi TB di rutan/lapas di Indonesia belum pernah dilakukan, dan sampai saat ini belum laporan yang komprehensif mengenai faktor risiko infeksi TB laten di rutan/lapas di Indonesia.
Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian infeksi tb dan faktor-faktor risiko apa saja yang berpengaruh terhadap kejadian infeksi TB laten.
Metode. Penelitian ini merupakan bagian dari riset operasional tuberkulosis group (TORG) tahun 2015/2016 di Rutan kelas I, Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode survey cross-sectional. Subyek pada penelitian adalah WBP yang mendiami Rutan kelas I Bandung. Subject WBP dipilih dengan cara systematic random sampling. Skrining latent TB dilakukan dengan menggunakan Tuberculine Skin Test (TST) dilakukan pada semua subyek. Skrining TB dilakukan dengan pemeriksaan foto toraks. Subyek dengan gejala TB dan/ atau foto toraks sugestive TB dimintakan sputum untuk pemeriksaan basil tahan asam (BTA), xpert Mtb/Rif. Informasi mengenai faktor resiko dikumpulkan dengan wawancara dan pemeriksaan kondisi lingkungan.
Hasil. Dari 400 orang WBP terpilih, 4 orang mempunyai riwayat TB sebelumnya dan pemeriksaan tidak dilanjutkan. Dari 396 WBP semuanya adalah laki-laki, median dan rentang usia subyek adalah 31 (18 s/d 67) tahun, dengan median dan rentang masa pidana 1.125 (0 s/ 18) tahun. WBP yang baru pertama kali penahanan adalah sejumlah 16 (48,6%). Sebanyak 58 (14,8%) WBP tidak TB, 194(49%) mengalami infeksi TB laten, 128(32,3%) tb terduga, 7(1,8%) TB klinis, dan 9(2,3%) TB terkonfirmasi. Kejadian laten tb cenderung lebih tinggi pada WBP dengan masa penahanan > 3 bulan daripada yang < 3 bulan yaitu dan 48.3% dan 40.4% berturutan, Riwaya merokok juga ditemukan berkorelasi dengan kejadian infeksi TB laten.
Kesimpulan. Angka kejadian TB laten ditemukan tinggi di Lapas dan menunjukkan kecenderungan makin tinggi dengan lamanya penahanan. Angka kejadian TB juga ditemukan 3 kali lipat dibandingkan dengan di populasi. Temuan ini menunjukkan besarnya permasalahan tb di lapas dan perlunya perhatian lebih tinggi untuk pengendaliannya.
Silahkan Unduh Disini!
Spatial Analysis of Dengue Hemoraghic Fever (DHF) in Coastal Area, Kendari City, South-East Sulawesi, Indonesia
Asyary, Al
Background. DHF mitigation still becoming global problems, especially in coastal area. Although the health paradigm exchange have been initiate in Indonesia which is curative becomes preventif action, it is not decreasing the DHF prevalence in Kendari City yet.
Objectives. This study aims to find distribution of DHF disease related to population density and health provider accessibility.
Methods. 156 DHF cases was collected in 2008 at Kendari City primary data as a coastal area in Indonesia. A buffering and overlay spatial analysis as descriptives study design was held to define a real-world perspectives.
Results. There are 12 health centers and 7 hospitals whose service 10 sub-districts (Kecamatan) in Kendari City. Thematics mapping describes that distribution pattern of DHF diseases randomized on health facilities. DHF cases are randomized of all su-districts. But, these cases are clustered with 335 live/km2 population density on coastal teritory. Health provider accessibility representatives on 100.000 populations was counted with 750 metres buffering analysis. This results 3 health centers are not accessible to DHF cases.
Conclusions. Pattern of distribution DHF cases in Kendari City happen broadly in coastal teritory. Coastal teritory which near of beach have bigger population than other teritories with crowded density. Aedes aegypty sp. as a principal factors is related to coastal determinants on this finding research.
Silahkan Unduh Disini!
Computerized Physician Order Entry (CPOE) on Prescribing at GMC Health Center, Yogyakarta: A Case Study
Asyary, Al
In major of its applying, CPOE has been shown to improve patient safety by reducing medication errors and subsequent adverse drug events (ADEs). Medication error such as elixir in writing, determination of dose and correct drug type use at patient with the certain health condition in health service can be depressed. But, and so do own the negative impact. One of them is the existence of time addition in entry of patient information by physician which is potential event for being an error(s) on prescribing activity. The goal was to describe the CPOE on prescribing, also as known as electronic prescribing, in academic health facility of GMC Health Center. This case study design, depth interview and observation was conducted in academic healthcare facility GMC Health Center. The subject was physician and farmacist as end-user of CPOE system on presribing. From interview guide and check list observation tools was obtained that CPOE in GMC Health Center have influenced by some principles from existing themes. Ease of use and usefullness perceptions had been change end-user’s mind about implementation of this systems.
Silahkan Unduh Disini!
TEEN RELIGIUSITY: CASE STUDY IN TEENS IN SURABAYA,
MATARAM AND KENDARI
Hamid Al Jufri, Jufri
This research is motivated by concerns about the problems of teenagers who are
heavily involved in free sex, drugs, alcohol, brawl and pornography. This condition is
certainly not stand alone many factors that mempengeruhinya, family, community
and school. This study attempts to describe the level of adolescent religiosity in
Surabaya, Mataram and Kendari, what factors predominate and how strategies
improve and increase adolescent religiosity.
From the results of the research conducted from May to October 2013, it was found
that the level of adolescent religiosity in the three study cities was at a very high
level. There is no significant difference between adolescent religiosity in Surabaya,
Mataram and Kendari. In the aspect of youth religious knowledge in Surabaya is
relatively better than adolescents in Mataram and Kendari, the religious attitudes
aspect of adolescents in Mataram is relatively better than adolescents in Surabaya
and Kendari, and the moral aspect of religious (akhlakul karimah) adolescents in
Mataram is relatively better than adolescents in Kendari and Surabaya.
Religious conditions in the families in these three study cities are at good level
(conducive), there is no significant difference between one city and another.
Indicators of religious adherence of parents and habituation cultivate religious
values in the family in Mataram lebik both daripda in Surabaya and Kendari. The
socio-religious level of society is at a fairly good level (conducive), there are
significant differences in the three cities. In the city of Mataram it is better the social
level of the religious community than in Surabaya and Kendari. The condition of
religious education in schools is at a fairly good level, and there is no significant
difference between the codes in the three study cities. In the aspect of availability of
religious facilities and intensity of religious execution activities in Mataram city is
relatively better than in Surabaya and Kendari.
The dominant factors influencing the religiosity of adolescents in Surabaya, Mataram
and Kendari are religious education factors in school and religion in the family.
Socio-socio-cultural factors become the determinants of youth religiosity in Mataram
and supporting factors for adolescents in Surabaya and Kendari. It means to produce
religious teenagers need attention from family, school and community. However,
families and schools have not been able to portray themselves as character bulding
places.
The fact that families and schools have not played a significant role in the formation
of adolescent religiosity is evidence of failure or dysfunctional families and schools
as character bulding actors. To that end, the need to improve the ability of families
and schools in various aspects and areas as proposed in the quality improvement
strategy of family, school and community.
Silahkan Unduh Disini!
Competency Development of Civil State Apparatus in
Term of Human Resource Management
Wahjusaputri, Sintha
Wahjusaputri, SinthadanFitriani, Somariah Competency Development of Civil State Apparatus in Term of Human Resource Management. In: International Conference on Learning Innovation (ICLI 2017).
Download Disini!
Ujian Nasional pada Kurikulum 2013, Permasalahan, dan Alternatif Solusinya untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia
Setiadi, Hari
Setiadi, Hari Ujian Nasional pada Kurikulum 2013, Permasalahan, dan Alternatif Solusinya untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia. In: Konferensi Ilmiah Tahunan Evaluasi Pendidikan Indonesia, 18-20 September 2014, Bali, Indonesia.
Download Disini!
Kewirausahaan (Entreprenuership) Berbasis Manajemen Strategik bagi
Wirausaha Baru di Kecamatan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan
Wahjusaputri, Sintha
Wahjusaputri, Sintha Kewirausahaan (Entreprenuership) Berbasis Manajemen Strategik bagi Wirausaha Baru di Kecamatan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan. In: Proceeding of Community Development.
Download Disini!