Menafsir Cendekiawan Berpribadi; Upaya Memahami Jati Diri Kader dalam Merespon Realitas Global

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17135/

Menafsir Cendekiawan Berpribadi; Upaya Memahami Jati Diri Kader dalam Merespon Realitas Global

mabdulhalimsani, sani

Tulisan ini berupaya memahami makna cendekiawan secara mendalam. Cendekiawan sebagai orang yang memiliki ilmu yang dugunakan sebagai alat baca untuk merespon realitas yang ada. Cendekiawan bakannya dalam dataran akademisi mendasarkan keilmuan untuk ilmu, namun lebih bersifat prakaksis ilmu untuk kepentingan kemanusiaan.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17135/1/Menafsir%20Cendekiawan%20Pribadi%202019.pdf

Unduh!

Teknik Penulisan Proposal Pemberdayaan Keluarga Duafa

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17101/

Teknik Penulisan Proposal Pemberdayaan Keluarga Duafa

mabdulhalimsani, sani

alkisah, suatu saat KH Ahmad Dahlan meminjam uang kepada
para sahabatnya beberapa ratus gulden. Semula sahabatnya menduga bahwa pinjaman uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi. Di belakang hari para sahabatnya baru mengerti jika pinjaman KHAhmad Dahlan digunakan untuk biaya membangun gedung sekolah di atas tanahnya yang diwakafkan. Melihat itu, sebagian sahabatnya lalu menginfakkan uang yang dipinjam KH Ahmad Dahlan dan bahkan sahabat yang lain menambahkan dana infak yang baru. Saat ini penghimpunan dana untuk kegiatan sosial dinamakan sebagai fundraising, sementara budaya berderma sering disebut sebagai filantropi.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17101/7/Buku%20Kemuhammadiyahan%20Teknik%20penulisan%20proposal.pdf

Unduh!

Penyaluran Bantuan untuk Keluarga Duafa

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17102/

Penyaluran Bantuan untuk Keluarga Duafa

mabdulhalimsani, sani

Beberapa pesan KH Ahmad Dahlan;
a. Janganlah seseorang berteriak penuh semangat akan membela agama Allah dengan nyawa dan jiwanya. Nyawa dan jiwa tak perlu ditawarkan karena seseorang akan mati dengan sakit atau tidak kapan saja Tuhan menghendaki. Paling yang diperlukan dalam berjuang adalah keberanian mengorbankan harta benda untuk kepentingan agama.
b. Maut adalah bahaya yang besar, tapi lupa dengan kematian adalah bahaya yang lebih besar. Oleh karena itu, KH Ahmad Dahlan berpesan mengingat kematian dan menyegerakan urusan dengan Tuhan dan sesama sebelum kematian datang.
c. Hendaklah kalian membelanjakan harta benda dan kekayaan
yang masih dikuasinya bagi kepentingan umat, sebelum mereka
kehilangan kekuasaan atas harta benda dan kekayaannya.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17102/6/Buku%20Kemuhammadiyahan%20Penyaluran%20bantuan%20pemberdayaan.pdf

Unduh!

artikel ilmiah pada Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik Universitas Islam “45” Bekasi

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17088/

artikel ilmiah pada Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik Universitas Islam “45” Bekasi

fetrimen, fetrimen

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17088/1/JAKP%20Bekasi.pdf

Unduh!