http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17174/
NANOSUSPENSION
Susilo, Susilo
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17174/1/NANOSUSPENSION%20OF%20CARICA%20PAPAYA%20L.%20SEED%20EXTRACT%20FOR%20ANTI-HYPERLIPIDEMIC%20PROPYL%20LIPIDS%20IN%20HYPERLIPIDEMIC%20HAMSTERS%20%281%29.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17153/
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Pelayanan Radioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Cipto Mangunkusumo
Hermawan, Saputra
Latar belakang: Indikator kualitas merupakan instrumen yang dapat memberikan gambaran atau potret suatu kinerja yang dilakukan oleh suatu organisasi. Kualitas layanan yang dikembangkan oleh A Parasuraman, Valarie A Zheitaml dan L Berry disebut dengan Service Quality Model (SERVQUAL). Model kualitas layanan secara rinci menggambarkan empat kesenjangan yang dapat menyebabkan kualitas layanan tidak dapat dicapai.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dapat mengurangi kesenjangan pelayanan radiologi sehingga dapat dijadikan sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan radioterapi di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang diperoleh melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang dapat menyebabkan kesenjangan pengetahuan, kesenjangan standar, kesenjangan penyampaian dan kesenjangan komunikasi, faktor-faktor mana yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi untuk mengurangi kesenjangan tersebut.
Kesimpulan: Strategi yang dapat mengurangi kesenjangan pelayanan adalah meningkatkan produktivitas pelayanan, membuat perencanaan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mengembangkan sistem kepegawaian berstandar internasional, melakukan review dan evaluasi, mempromosikan peralatan yang ada, mengembangkan sistem informasi manajemen yang terintegrasi, dan meningkatkan kualitas. karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Diharapkan penulis selanjutnya dapat melakukan penelitian dalam lingkup yang lebih besar dan sampel penelitian
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17153/1/2719-Article%20Text-8054-1-10-20220907.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17157/
KAJIAN STRATEGIS PERCEPATAN DAN PENGEMBANGAN FITOFARMAKA UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT
Hermawan, Saputra
Indonesia is a “megabio-diversity” country, the World Conservation Monitoring Center has reported that the
territory of Indonesia is an area where many types of medicinal plants are found with the number of plants that
have been utilized reaching 2,518 species (EISAI, 1995). Indonesia’s wealth of biological resources is a
potential resource in the pharmaceutical sector which has not been fully utilized. (Prodisfar, 2021). The
purpose of this study is to develop and recommend strategies for accelerating and developing
phytopharmaceuticals for public health in Indonesia. The research method is Qualitative Method. The
population and sample of the study were conducted by purposive sampling involving informants from across
ministries, the pharmaceutical industry, as well as professional organizations in Indonesia, and hospitals. The
results of the study show that Indonesia must carry out an acceleration strategy using an intensive strategy
(Market Penetration and Product Development and Market Product), while the development strategy is carried
out by backward integration, forward integration and horizontal integration as an effort to maintain public
health in Indonesia. Suggestions for further researchers, in order to be able to conduct special studies on halal
products and pharmacoeconomics for public health.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17157/1/KAJIAN%20STRATEGIS%20PERCEPATAN%20DAN%20PENGEMBANGAN%20FITOFARMAKA%20UNTUK%20KESEHATAN%20MASYARAKAT.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17158/
Situasi Covid-19 di DKI Jakarta Periode Januari – Juli 2022
Hermawan, Saputra
Latar belakang: COVID-19 merupakan penyakit menular yang dapat ditularkan melalui droplet atau percikan ludah penderitanya. Orang
yang terkonfirmasi positif COVID-19 dapat menularkan kepada orang lain selama sel inangnya masih hidup di dalam tubuh. Virus Corona
terus berkembang dan mereplikasi dirinya pada saluran pernapasan manusia, mulai dari mulut, saluran pernafasan atas hingga paru-paru.
Penularan virus ini melalui droplet atau cairan mini yang keluar, misalnya ketika kita bicara, batuk atau bersin. Jika cairan mini tersebut
mengenai orang lain maka berpotensi menjadi sarana penularan
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat Situasi Covid-19 di DKI Jakarta dilakukan dengan cara pemantauan data dari bulan Januari
hingga bulan Januari 2022, hal ini meliputi distribusi penyebaran pasien positif, pasien sembuh, pasien meninggal, Case Fatality Rate (CFR)
dan Cumulative Incidence (CI).
Metode: Desain Penelitian ini menggunakan Pre eksperimental one group pretest posttest. Sampel penelitian sebanyak 26 orang. Tehnik
pengambilan sampel menggunakan total sampling.
Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi kenaikan kasus positif pasien covid-19 di DKI Jakarta pada bulan februari dan Juli Tahun
2022, peningkatan pasien sembuh, peningakatan CFR pada bulan Maret dan Juli, dimana kenaikan CFR tertinggi terjadi pada bulan April
yaitu sebesar 1,07%, sedangkan CI pada periode Januari hingga Juli Tahun 2022 yaitu sebesar 0,60%.
Kesimpulan: Kesimpulan selama periode januari hingga juli 2022 kasus covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningktan- penurunan dan
peningkatan lagi pada bulan Juli, hal ini dikarenakan adanya pelonggaran penggunaan masker diruang terbuka serta semakin meningkatnya
aktifitas masyarakat diluar rumah. Pada dasarnya Covid-19 dapat saja menyerang berbagai usia dan karakteristik masyrakat untuk itu
diperlukan penguatan community based untuk meningkatkan kesabaran, dan kesadaran.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17158/2/Situasi%20Covid-19%20di%20DKI%20Jakarta%20Periode%20Januari%20-%20Juli%202022.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17159/
Pola Asuh Balita Stunting Usia 24-59 Bulan Pada Masa Pandemi COVID-19
Hermawan, Saputra
Indonesia termasuk salah satu negara dengan “tiga beban malnutrisi”, sebelum adanya pandemi COVID-19. Tujuh juta
anak di Indonesia mengalami stunting. Sebagian dari total ibu hamil mengalami anemia. Stunting dapat terjadi akibat
pola asuh balita yang tidak sesuai dan pola makan balita yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola
asuh terhadap balita stunting usia 24-59 bulan pada masa pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan
terpilih Kota Depok Jawa Barat Tahun 2020. Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Kecamatan Pengasinan, yaitu
Kelurahan Pengasinan dan Bedahan. Pelaksanaan penelitian ini mulai bulan Juli-Agustus tahun 2020. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa
masih banyak ibu balita yang kurang tepat dalam hal pola asuh balita. Mulai dari kurangnya pemahaman tekait ASI
Eksklusif dan MPASI, pentingnya imunisasi dasar lengkap, vitamin A, dan praktik pemberian makan serta kurang
tepatnya pola pemberian makan pada balita. Selain itu praktik pelayanan kesehatan di Puskesmas Pengasinan sudah
cukup baik selama masa pandemi stunting tetapi pelayanan kesehatan khusus balita stunting dianggap kurang karena
selamapandemi tidak ada pelayanan kesehatan khusus yang diterima balita stunting. Diharapkan untuk mengevaluasi
kinerja kader-kader posyandu. Selain itu, nakes juga perlu memberikan mentoring dan coaching pada kader, sehingga
meningkatkan kapasitas kader posyandu.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17159/2/Pola%20Asuh%20Balita%20Stunting%20Usia%2024-59%20Bulan%20Pada%20Masa%20Pandemi%20COVID-19.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17160/
Health System Resilience in The Context of COVID-19 Vaccination Management in Indonesia
Hermawan, Saputra
COVID-19 cases are still increasing in all around the globe and some countries are even
experiencing a surge in cases for the second time. The number of COVID-19 cases in
Indonesia as of April 2021 has almost reached one million. The Indonesian government
is targeting the COVID-19 vaccination in Indonesia to reach 70%, covering the target of
vaccine recipients of around 181.5 million people. The target was conveyed
optimistically by the government to be achieved within 15 months. However, the
achievements during the initial 3 months were only 5.72% for Dose I and 2.99% for
Dose II. This study aims to review the resilience of the health system in the context of
COVID-19 vaccination. The approaches and methods used to obtain this information
are qualitative with the method of desk study, expert study, and in-depth interviews.
The results showed that the components of the health resilience strategy in the context
of COVID-19 vaccination in Indonesia experienced obstacles, especially in the aspects
of vaccine availability, data collection, and maximizing the role of human resources
through the support of actual research on vaccine development. In the end, it is
necessary to strengthen the health system that accompanies the COVID-19 vaccination
program, including by continuing to implement health protocols, 3T surveillance
(testing-tracing-treatment), and other approaches comprehensively.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17160/1/Health%20System%20Resilience%20in%20The%20Context%20of%20COVID-19%20Vaccination%20Management%20in%20Indonesia.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17161/
Monkeypox transmission risks in Indonesia
Hermawan, Saputra
After half a century as a regional disease in Central and West Africa, Monkeypox reemerged in 2022 and
spread on a transnational and transcontinental scale. The World Health Organization (WHO) classified it as a
Public Health Emergency of International Concern due to its rapid spread caused by the ease of global
mobilization, risk deviant behaviors, and potential for virus mutations. Through literature review and other
secondary data sources, this study scrutinized the risk of Monkeypox disease in Indonesia. Given the country’s
various characteristics, such as geographical conditions, demographics, population mobility, and virus
characteristics, it is most likely that there were Monkeypox cases in Indonesia, but they might not have been
detected. Therefore, early vigilance must be owned by the community and accompanied by policy support and
intervention to prevent Monkeypox transmission, particularly in surveillance efforts.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17161/1/Monkeypox%20transmission%20risks%20in%20Indonesia.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17162/
Petunjuk Praktikum Struktur Hewan
Yuni, Astuti
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17162/1/Buku%20Pedoman%20Praktikum%20Suhe%20Ganjil%202019.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17163/
Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan
Yuni, Astuti
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17163/1/Buku%20Pedoman%20Praktikum%20Fiswan%20Genap%202021.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17164/
PEMBERIAN FEEDBACK PADA PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN DI MASA
PENDEMI COVID-19
Yuni, Astuti
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17164/1/2.%20Artikel%20lengkap%20UIN%20RADEN.pdf
Unduh!