http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16747/
Pengaruh Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Hendrastiani, Seli
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Budaya Organisasi,
Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Dalam penelitian ini digunakan metode survei. Variabel yang digunakan yaitu
Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja sebagai variabel
independen dan variabel Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan PT Telekomunikasi
Indonesia, Tbk yang berjumlah 140 karyawan. Teknik pemilihan sampel
menggunakan slovin, diperoleh berjumlah 103 orang sebagai responden. Teknik
pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya menggunakan
skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis
deskriptif, regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dengan menggunakan uji
normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi,
pengujian hipotesis uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), analisis koefisien
korelasi parsial dan koefisien korelasi berganda.
Hasil Analisis Statistik Deskriptif yaitu variabel Kinerja Karyawan (Y)
mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 38.35 dengan standar deviasi sebesar
3.882. Variabel Budaya Organisasi (X1) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar
40.75 dengan standar deviasi sebesar 4.445. Variabel Motivasi Kerja (X2)mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 35.96 dengan standar deviasi sebesar
4.589. Variabel Kepuasan Kerja (X3) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar
38.23 dengan standar deviasi sebesar 3.991.
Hasil model regresi linear berganda yang diperoleh yaitu ̂ = 0.403 + 0.191
X1 + 0.323 X2 + 0.390 X3. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residual
berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi
heteroskedastisitas, tidak terjadi autokorelasi sehingga dapat diinterprestasikan
model regresi mempunyai sifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Nilai Adjusted R2 sebesar 0.627 artinya variabel independen budaya
organisasi, motivasi kerja, dan kepuasan kerja mampu mempengaruhi variabel
dependen kinerja karyawan adalah sebesar 62.7% sedangkan sisanya sebesar
37.3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Hasil uji statistik t variabel yaitu budaya organisasi (X1) menunjukkan thitung
sebesar 3.365 > 1.660, tingkat signifikansi 0.001 < 0.05 maka Budaya Organisasi
secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.
Selanjutnya nilai thitung variabel yaitu Motivasi Kerja (X2) menunjukkan thitung
sebesar 4.977 > 1.660, tingkat signifikansi 0.000 < 0.05 maka Motivasi Kerja
secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.
Selanjutnya nilai thitung variabel yaitu Kepuasan Kerja (X3) menunjukkan thitung
sebesar 4.954 > 1.660, tingkat signifikansi 0.000 < 0.05 maka Kepuasan Kerja
secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji
F menunjukkan Fhitung sebesar 58.164 > F 0.05 (3:99) = 2.70 dengan tingkat
signifikansi 0.000 < 0.05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Budaya Organisasi,
Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja secara simultan atau bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
Nilai koefisien korelasi parsial variabel Budaya Organisasi (X1) dan variabel
kinerja karyawan (Y) sebesar 0.320 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.001 <
0.05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif rendah dan signifikan. Nilai
koefisien korelasi parsial variabel Motivasi Kerja (X2) dan variabel kinerja
karyawan (Y) sebesar 0.447 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 < 0.05,
maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif sedang dan signifikan. Nilai
koefisien korelasi parsial variabel Kepuasan Kerja (X3) dan variabel kinerja
karyawan (Y) sebesar 0.446 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 < 0.05,
maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif sedang dan signifikan.
Analisis koefisien korelasi berganda diketahui bahwa nilai koefisien korelasi
berganda (R) = 0.799 berarti ketiga variabel yaitu Budaya Organisasi, Motivasi
Kerja, dan Kepuasan Kerja secara bersama-sama mempunyai tingkat hubungan
yang kuat (berada pada interval 0.60-0.799) dan positif terhadap kinerja
karyawan.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16747/1/FEB_MNJ_1402015158_Seli%20Hendrastiani.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16746/
Tindak Tutur Ilokusi Haris Azhar
Abdul Rahman, Jupri
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16746/1/Tindak%20Tutur%20Ilokusi%20Haris%20Azhar.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16745/
Surat tugas pengmas
Zulherman, Zulherman
Surat Tugas pengmas
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16745/1/1462%20-%20SURAT%20TUGAS%20-%20ZULHERMAN.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16744/
sertifikat SLR
Zulherman, Zulherman
sertifikat SLR
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16744/1/Zulherman.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16743/
Surat Tugas Peserta SLR
Zulherman, Zulherman
Surat Tugas Peserta SLR
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16743/1/1461%20-%20SURAT%20TUGAS%20-%20ZULHERMAN.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16742/
Daftar Hadir, BAP, Nilai
Abdul Rahman, Jupri
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16742/1/Daftar%20Hadir%2C%20BAP%2C%20Nilai%20kajian%20Drama.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16739/
Fraud Triangle against Fraudulent Financial
Statements
Budiandru, Budiandru
It is the focus of this study to investigate the fraud triangle in connection to
fake financial statements. The data used in this investigation is quantitative. Secondary
sources were used to gather the information. The following conclusions can be taken
from the research: There is no correlation between financial stability and financial
statement fraud, but financial stability, external pressure, financial target, ineffective
monitoring, and the change in auditor all have an adjusted R square value of 43.7 percent
and 2.5 percentand the remaining indonesia 56.3% (100% – 43.7%), malaysia 97.5%
(100 % – 2.5%) explained by other variables that are not included in the regression model
such as Personal Financial Need, Nature of Industry, Organizational Structure, and
Nature of Industry.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16739/1/Fraud%20Triangle%20against%20Fraudulent%20Financial.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16738/
Analisis Perilaku Aman Dalam Bekerja Pada Analis Di UPT LABKESDA Kota Tangerang Tahun 2020
Gunawan, Raden Aditya Mahendra
Latar Belakang: Perilaku kerja yang tidak aman (unsafe act) dan kondisi kerja yang tidak aman (unsafe conditions) merupakan 2 hal yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Pada umumnya penyebab utama kecelakan kerja adalah kelalaian, namun kelalaian merupakan perilaku yang tidak disengaja sedangkan penyepelean merupakan perilaku yang disengaja. Hasil observasi dari studi pendahuluan yang peneliti lakukan di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Tangerang melaporkan seluruh analis kesehatan yang berjumlah 7 orang tidak mengenakan sepatu safety, 5 diantaranya tidak mengenakan jas laboratorium dengan benar, dan 2 diantaranya tidak mengenakan gloves latex. Maka dari itu dengan dilakukannya penelitian ini peneliti sangat ingin mengetahui bagaimana perilaku aman para analis kesehatan ketika berlangsungnya kegiatan kerja secara mendalam. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan informan dalam penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Hasil: Diperoleh bahwasanya analis yang berperilaku aman dalam bekerja memiliki pengetahuan yang cukup diperoleh keyika mengenyam pendidikan, sikap yang baik dan mental yang positif ketika menghadapi bahaya yang ada, adanya motivasi atau dorongan pada setiap analis, dan kelengkapan jenis dan stok APD yang tersedia di laboratorium. Dan yang menyebakan analis berperilaku tidak aman dalam bekerja belum direalisasikannya program K3 laboratorium yang mendukung, sikap acuh yang dimiliki oleh sebagian analis terhadap SOP yang berlaku, dan belum adanya pengawasan rutin yang diberlakukan oleh pihak laboratorium terhadap analis ketika melakukan kegiatan kerja. Saran: Bagi UPT LABKESDA Kota Tangerang menerapkan K3 laboratorium sesuai dengan PERMENKES No. 52 Tahun 2018, memberlakukan pengawasan rutin oleh koordinator K3, dan mengadakan pelatihan K3 yang melibatkan analis.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16738/1/FIKES_KM_1605015013_RADEN%20ADITYA%20MAHENDRA%20GUNAWAN.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16737/
Penerapan Model SMK Membangun Desa Berbasis Internet of
Things: Teori dan Aplikasi
Wahjusaputri, Sintha
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16737/1/EBOOK%20PENERAPAN%20MODEL%20SMK%20MEMBANGUN%20DESA%20BERBASIS%20INTERNET%20OF%20THINGS%20%28TEORI%20DAN%20APLIKASI%29.pdf
Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16735/
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pembangunan Struktur Atas Pada Proyek Pembangunan Tol Serpong – Cinere Tahun 2018
Puspita, Sinta
Risiko adalah suatu kemungkinan atau peluang terjadinya sesuatu yang dapat ditimbulkan dari suatu pekerjaan. Pembangunan struktur atas dari proyek pembangunan jalan tol sangat berbahaya karena pada proses tahapan pekerjaan ini pekerja diharuskan berada pada tempat yang tinggi dan bisa menyebabkan banyak risiko dan bahaya yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerjaan pembangunan struktur atas di proyek ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif untuk mengidentifikasi bahaya dan menganalisis risiko kecelakaan kerja. Identifikasi bahaya menggunakan teknik Job Safety Analysis (JSA) dan analisis risiko menggunakan teknik semi kuantitatif yang mengalikan nilai consequence, exposure dan probability untuk menentukan tingkat risiko. Hasil penelitian dari 7 proses kerja, yaitu tahapan pekerjaan kolom, tahapan pekerjaann pier head, tahapan pekerjaan diagfragma, tahapan pekerjaan girder, tahapan pekerjaan slab, dan yang terakhir tahapan pekerjaan parapet. Ada 19 risiko yang masih tergolong very high. Diantaranya tali sling putus, terjatuh dari ketinggian hingga tertimpa. Disarankan melakukan pengawasan yang tegas dan pengendalian yang tepat dari pihak manajemen seperti melakukan pemeriksaan berkala terhadap alat pelindung diri yang dipakai oleh pekerja dan menggunakan full body harness pada pekerja yang bekerja di ketinggian agar tingkat risiko dapat diterima.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16735/1/FIKES_KESMAS_1405015139_SINTA%20PUSPITA.pdf
Unduh!