Blog

Hubungan Pengetahuan Gizi, Peran Orang Tua, Peran Teman Sebaya dan Paparan Media Massa Dengan Konsumsi Buah dan Sayur Pada Siswa di SMP Hang Tuah 2 Jakarta Selatan

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16966/

Hubungan Pengetahuan Gizi, Peran Orang Tua, Peran Teman Sebaya dan Paparan Media Massa Dengan Konsumsi Buah dan Sayur Pada Siswa di
SMP Hang Tuah 2 Jakarta Selatan

Nisa, Sinta Hikmatun

Konsumsi sayur dan buah pada siswa SMP (kelompok umur 13-18 tahun)
di Jakarta Selatan masih sangat rendah. Terdapat berbagai faktor yang
mempengaruhi konsumsi sayur dan buah antara lain pengetahuan gizi, peran
orangtua, teman sebaya dan paparan media massa. Tujuan dari penelitian ini yaitu
untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, peran orangtua, teman sebaya dan
paparan media massa dengan konsumsi sayur dan buah pada siswa SMP Hang Tuah
2. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII yang berjumlah 130
sampel, yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini
menggunakan desain Cross Sectional di lakukan pada bulan Februari-Agustus
2019. Data pengetahuan, peran orangtua, teman sebaya dan paparan media massa
diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Data konsumsi
sayur dan buah diambil dengan Food Frequency Semi Quantitative. Analisis data
menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 88,5%
siswa kurang mengonsumsi buah dan sayur. Ada hubungan yang bermakna antara
peran orang tua dengan konsumsi buah dan sayur dengan p-value = 0,007. Akan
tetapi pengetahuan gizi, peran teman sebaya dan paparan media massa tidak
memiliki hubungan yang bermakna dengan konsumsi buah dan sayur.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16966/1/FIKES_GIZI_%201505025145_%20SINTA%20HIKMATUN%20NISA.pdf

Unduh!

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Difteri pada Pasien Usia 1–18 Tahun di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16965/

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Difteri pada Pasien Usia 1–18 Tahun di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2018

Rahmadhani, Mutiara

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian difteri pada pasien usia 1–18 tahun di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2018. Adanya satu kasus difteri terkonfirmasi laboratorium secara klinis menjadi dasar suatu daerah dinyatakan sebagai KLB. Awal tahun 2018, kasus difteri dikatakan berakhir pada 85 dari 170 Kabupaten/ Kota (termasuk DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat). Beberapa faktor risiko kejadian difteri yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan orang tua, sosial ekonomi, status imunisasi, dan keeratan kontak. Penelitian ini menggunakan desain case control. Sampel penelitian berjumlah 60 sampel, yaitu 20 kasus pasien difteri klinis dan terkonfirmasi laboratorium, serta 40 kontrol pasien tidak difteri. Pengambilan sampel kasus secara purposive sampling, sedangkan kontrol dengan quota sampling. Adapun kriteria inklusi kasus yaitu tercatat sebagai pasien rawat inap atau rawat jalan dan memiliki catatan rekam medis, sedangkan kriteria ekslusi kasus yaitu tidak terdapatnya catatan imunisasi. Data sekunder tentang kasus difteri diperoleh dari data surveilans dan rekam medis tahun 2018. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa variabel status imunisasi berhubungan secara bermakna (p-value = 0.002) dan paling dominan berpengaruh (OR = 5.060) terhadap kejadian difteri pada pasien usia 1–18 tahun di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2018. Variabel konfounding dalam penelitian ini yaitu jenis kelamin (OR = 1.851) dan sosial ekonomi (OR = 1.923). Peneliti berharap agar penyuluhan tentang pentingnya imunisasi lengkap dilakukan secara lebih intensif dengan sasaran individu maupun keluarga.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16965/1/FIKES_KESMAS_1505015086_MUTIARA%20RAHMADHANI.pdf

Unduh!

Hubungan pola makan, sedentary lifestyle, dan pengguna kontrasepsi dengan kejadian kegemukan pada Ibu rumah tangga di Desa Karang Satria

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16964/

Hubungan pola makan, sedentary lifestyle, dan pengguna kontrasepsi dengan kejadian kegemukan pada Ibu rumah tangga di Desa Karang Satria

Anggraini, Silvia Nury

Kegemukan merupakan masalah kesehatan yang seringkali berhubungan dengan penyakit degeneratif. Prevalensi kegemukan diatas 18 tahun di Indonesia sebesar 21,8% (Riskesdas, 2018). Prevalensi kegemukan pada wanita berdasarkan penelitian Rian Diana dkk yang dilakukan di Indonesia dengan mewakili 33 provinsi sebesar 29,4%. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan ibu rumah tangga mengalami kegemukan adalah pola makan yang tidak beragam, mengonsumsi makanan dan minuman manis, konsumsi lemak, makanan rendah sayur dan buah, gaya hidup sedentary, dan penggunaan kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, sedentary lifestyle, dan pengguna kontrasepsi dengan kejadian kegemukan pada ibu rumah tangga di Desa Karang satria, Kecamatan Tambun Utara, Bekasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitan ini dilakukan pada tanggal 13-18 Agustus 2019 di Desa Karang satria dengan sampel 136 orang yang dipilih menggunakan teknik multiphase sampling. Variabel dependen yang diteliti yaitu konsumsi sayur dan buah, konsumsi lemak, konsumsi makanan dan minuman manis, sedentary lifestyle, jenis kontrasepsi, dan lama penggunaan kontrasepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Ibu rumah tangga mengalami kegemukan (53,7%). Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi makanan dan minuman manis dengan kejadian kegemukan (p=0,033), ada hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi dengan kejadian kegemukan (p=0,004), dan tidak ada hubungan antara konsumsi sayur dan buah (p=0,676), konsumsi lemak (0,059), sedentary lifestyle (0,07), jenis kontrasepsi (0,158).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16964/1/FIKES_GIZI_%201505025143_%20SILVIA%20NURY%20ANGGRAINI.pdf

Unduh!

Hubungan Ketersediaan Buah dan Sayur dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja di SMAN 33 Jakarta tahun 2019

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16963/

Hubungan Ketersediaan Buah dan Sayur dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja di SMAN 33 Jakarta tahun 2019

Jannah, Miftahul

Nutrisi yang dibutuhkan oleh remaja terdapat dalam buah dan sayur seperti vitamin, mineral dan antioksidan. Walaupun terdapat banyak kandungan yang bermanfaat baik bagi tubuh buah dan sayur jarang dikonsumsi oleh mayoritas penduduk Indonesia khususnya para remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan buah dan sayur dengan konsumsi buah dan sayur pada remaja di SMAN 33 Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional pada 98 remaja di SMAN 33 Jakarta. Penelitian ini menggunakan data primer melalui pengisian kuesioner dan FFQ Semi Kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat. Teknik pengambilan sampel adalah proportional stratified random sampling. Hasil univariat menunjukkan remaja yang konsumsi buah dan sayur kurang baik (68,4%), ketersediaan buah dan sayur baik (70,4%), berjenis kelamin laki-laki (38,8%), orang tua memiliki pekerjaan (98%), pendidikan orang tua tinggi (87,8%), orang tua memiliki penghasilan tinggi (73,5%), dukungan orang tua positif (56,1%), dan contoh orang tua baik (31,6%). Hasil bivariat menunjukkan variabel ketersediaan buah dan sayur, pekerjaan orang tua, dukungan orang tua, contoh orang tua memiliki hubungan dengan konsumsi buah dan sayur dan adanya hubungan antara contoh orang tua dengan ketersediaan buah dan sayur. Hasil multivariat menunjukkan bahwa variabel konfounding dari hubungan ketersediaan buah dan sayur dengan konsumsi buah dan sayur adalah jenis kelamin, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dukungan orang tua.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16963/1/FIKES_KESMAS_1505015081_MIFTAHUL%20JANNAH.pdf

Unduh!

Hubungan Pola Asuh, Asupan Makanan, dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Balita Pada Kelompok Pemulung Di Bantargebang

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16961/

Hubungan Pola Asuh, Asupan Makanan, dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Balita Pada Kelompok Pemulung Di Bantargebang

Khalifah, Rizki

Anak pemulung sering kali kita jumpai di sekitar tempat pembuangan akhir sampah dimana tempat orang tua mereka mengais rezeki. Tempat pembuangan akhir biasanya dijadikan sebagai tempat tinggal oleh pemulung. Tempat tinggal yang kumuh dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik memiliki berbagai masalah kesehatan antara lain penyakit ISPA, diare, flu, dan penyakit kulit yang berdampak pada status gizi khususnya balita. Masalah gizi buruk, gizi kurang dan stunting merupakan masalah gizi yang sering terjadi pada anak balita pemulung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu, asupan makan, dan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita usia 24-59 bulan pada kelompok pemulung di Bantargebang tahun 2019. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan desain cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dari seluruh jumlah balita yaitu 49 balita. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki status gizi kurang sebesar 44,9% dan gizi pendek sebesar 42,9%. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p value <0,05) antara pola asuh ibu dan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita berdasarkan BB/U dan TB/U. Tidak terdapat hubungan yang signifikan (p value >0,05) antara asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak dengan status gizi balita berdasarkan BB/U dan TB/U.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16961/1/FIKES_GIZI_1505025128_RIZKI%20KHALIFAH.pdf

Unduh!

Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Prinsip Diabetes Self Management Education (DSME) Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Tipe II

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16960/

Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Prinsip Diabetes Self Management Education (DSME) Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Tipe II

Kharisma, Reksy Rizki

Saat ini penyakit Diabetes Mellitus (DM) atau yang dikenal di masyarakat sebagai penyakit kencing manis semakin banyak dijumpai pada penduduk di dunia (Fransisca, 2012). Angka prevalensi orang dengan diabetes di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018 (Riskesdas, 2018). Bentuk penatalaksanaan DM tipe 2 untuk mencegah komplikasi dapat dimulai dengan edukasi yang dapat mengubah gaya hidup dan perilaku pasien. Edukasi yang diberikan meliputi pemahaman tentang perjalanan penyakit DM, pentingnya pengendalian dan pemantauan DM, penyulit dan resikonya, intervensi farmakologi dan non farmakologi serta target perawatan, dan lain-lain. DSME merupakan suatu proses yang memfasilitasi pengetahuan, keterampilan dan kemampuan perawatan mandiri (self care) yang sangat dibutuhkan oleh penderita diabetes Funnel dkk (2010). Pendekatan prinsip Diabetes Self Management Education (DSME) dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan diet pada penderita DM tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan pre-eksperiment dengan one group pretest-posttest design membandingkan hasil data responden sebelum dan sesudah diberikan perlakuan di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan. Kesimpulan, Hasil peneltian ini ada Pengaruh Edukasi Gizi Diabetes Self Management Education (DSME) dengan kepatuhan diet pasien DM tipe II dan ada perbedaan yang bermakna antara Kepatuhan Diet Sebelum Intervensi dengan Kepatuhan Diet Sesudah Intervensi, p value > 0,05 dengan nilai t negative (-14,001).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16960/1/FIKES_GIZI_1505025115_%20REKSY%20RIZKI%20KHARISMA.pdf

Unduh!

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penimbangan pada Balita di Posyandu Kartini, Kebayoran Baru Tahun 2019.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16959/

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penimbangan pada Balita di Posyandu Kartini, Kebayoran Baru Tahun 2019.

Kusumawardani, Lintang Bestari

Perilaku penimbangan pada balita dilakukan setiap bulannya di posyandu atau faslitias layanan kesehatan lainnya untuk menentukan status gizi anak, stunting, perkembangan sesuai umur atau tidak, dan adakah gangguan perilaku atau ganguan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penimbangan pada balita di Posyandu Kartini Kebayoran Baru Tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendeketan cross sectional. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 91 responden. Jumlah sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 74 responden. Teknik pengambilan sampel dengan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 74 balita, terdapat balita yang tidak teratur menimbang (< 4 kali dalam enam bulan terakhir) sebanyak 18 balita (24,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu (Pvalue 0,000), sikap ibu (Pvalue 0,000), dan dukungan keluarga (Pvalue 0,000) dengan perilaku penimbangan pada balita di posyandu. Berdasarkan hasil penelitian disarankan posyandu dapat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan keluarga untuk menanamkan kesadaran sejak dini terhadap pentingnya melakukan penimbangan balita secara rutin. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16959/1/FIKES_KESMAS_1505015076_LINTANG%20BESTARI%20KUSUMAWARDANI.pdf Unduh!

Hubungan Asupan Lemak, Obesitas Sentral Dan Aktifitas Fisik Terhadap Kadar Kolesterol Pada Wanita Dewasa Di Puskesmas Cipocok Jaya Kota Serang Provinsi Banten Tahun 2019

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16958/

Hubungan Asupan Lemak, Obesitas Sentral Dan Aktifitas Fisik Terhadap Kadar Kolesterol Pada Wanita Dewasa Di Puskesmas Cipocok Jaya Kota Serang Provinsi Banten Tahun 2019

Adiyanti, Regita Hizryatul

Kolesterol merupakan masalah kesehatan yang penting di indonesia jika kadarnya berlebihan dalam tubuh dapat menimbulkan penyakit kadiovaskuler dan penyakit metabolik lainnya. Apabila terjadi peningkatan kadar kolesterol didalam darah melebihi normal (>200 mg/dl) disebut Hiperkolesterolemia. Prevalensi pola konsumsi makanan yang berlemak dan berkolesterol menurut data riskesdas 2013 di peroleh persentase nasional sebesar 40,7 % dan diataranya banten meduduki posisi ke-5 dengan persentase sebesar 48,8%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Hubungan Asupan Lemak, Obesitas Sentral Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Kolesterol Pada Wanita Dewasa di Puskesmas Cipocok Jaya Kota Serang Provinsi Banten Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling. Sampel yang di dapat sebanyak 44 orang dengan responden wanita dewasa di Puskesmas Cipocok Jaya, Serang Banten. Data dianalisis dengan uji chi-square dengan kemaknaan α=0,05 .

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16958/1/FIKES_GIZI_1505025113_%20Regita%20Hizryatul%20Adiyanti.pdf

Unduh!

Pemanfaatan Tepung Pisang Kepok Putih dan Tepung Kacang Hijau dalam Pembuatan Crispy Cookies sebagai Snack Sumber Serat dan Rendah Natrium

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16957/

Pemanfaatan Tepung Pisang Kepok Putih dan Tepung Kacang Hijau dalam Pembuatan Crispy Cookies sebagai Snack Sumber Serat dan Rendah Natrium

Nugraha, Rahma Agniya

Pola konsumsi masyarakat yang cenderung senang mengonsumsi makanan tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi natrium, dan rendah serat dapat menjadi pemicu kejadian hipertensi. Pisang kepok putih dan kacang hijau merupakan pangan lokal yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan bahan yang potensial dalam pembuatan snack sumber serat dan rendah natrium bagi penderita hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemanfaatan tepung pisang kepok putih dan tepung kacang hijau dalam pembuatan crispy cookies sumber serat dan rendah natrium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL).Terdapat 3 perlakuan penggunaan tepung pisang kepok putih dan tepung kacang hijau, yaitu dengan perbandingan 1 : 9, 2 : 8, 3 : 7. Analisis data menggunakan uji Anova, bila p-value <0,05 dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil uji sidik ragam pada uji mutu hedonik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata penggunaan tepung pisang kepok putih dan tepung kacang hijau terhadap mutu aroma, rasa, dan tekstur crispy cookies. Hasil uji sidik ragam pada uji hedonik menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata penggunaan tepung pisang kepok putih dan tepung kacang hijau terhadap aroma dan rasa, namun terdapat perbedaan pada tekstur crispy cookies. Berdasarkan penilaian uji organoleptik didapatkan produk crispy cookies terpilih yaitu F2 dengan perbandingan penggunaan tepung pisang kepok dan tepung kacang hijau 2 : 8. Produk crispy cookies terpilih dalam 100 gram mengandung energi 401,8 kkal, protein 18,7 g, lemak 9,2 g, karbohidrat 61 g, serat 6,8 g dan natrium 137,7 mg. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16957/1/FIKES_GIZI_%201505025111_%20RAHMA%20AGNIYA%20NUGRAHA.pdf Unduh!

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Pasien Di Rumah Sakit ANNISA Tangerang Tahun 2019

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16956/

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Pasien Di Rumah Sakit ANNISA Tangerang Tahun 2019

Setiawaty, Lenny

Persepsi berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu sekitar, persepsi juga dapat melihat kebutuhan yang mereka inginkan. Faktor yang mempengaruhi persepsi ada 2 yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Rumah sakit syari‟ah merupakan institusi kesehatan yang memberikan pelayanan preventif, promotif, kuratif yang sesuai dengan standar syari‟ah.Rumah sakit syari‟ah sedang menjadi tren di Indonesia saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pasien di Rumah Sakit AN-NISA Tangerang. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit AN-NISA Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Jumlah sampel terdiri dari 150 orang, dengan teknik sampling kuota. Hasil penelitain menunjukan responden yang memiliki persepsi baik terhadap pelayanan dengan prinsip syari‟ah sebanyak 76 responden (50,7%), hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara persepsi dengan minat dengan pvalue 0,010 dan persepsi dengan lingkungan sosial pvalue 0,022. Tidak ada hubungan antara persepsi dengan karakteristik demografi (umur 0,701, jenis kelamin 0,171, pendidikan 0,171 dan pekerjaan 0,183). Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar Rumah Sakit AN-NISA Tangerang menjadi rumah sakit dengan standar rumah sakit syari‟ah, karena hasil dari penelitian ini membuktikan persepsi pasien terhadap pelayanan dengan prinsip syari‟ah baik dan pasien berminat jika rumah sakit mempunyai standar rumah sakit syari‟ah.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16956/1/FIKES_KESMAS_1505015074_LENNY%20SETIAWATY.pdf

Unduh!